Prekuel warabala The Hunger Games berjudul The Ballad of Songbirds and Snakes dijadwalkan tayang 15 November di bioskop Indonesia. Masih sama seperti film-film sebelumnya, The Ballad of Songbirds and Snakes juga diangkat berdasarkan novel Suzanne Collins (2019).
Hunger Games The Ballad of Songbirds and Snakes akan menceritakan Presiden Coriolanus Snow sebelum ia menjadi presiden Panem. Lahir dari keluarga kaya raya dan terhormat, Snow yang digambarkan sebagai pria tampan ini harus menerima kenyataan bahwa keluarganya hancur dan jatuh miskin setelah terjadi perang Capitol.
Untuk mengubah nasib dan mengembalikan nama kebanggaan keluarganya, Coriolanus Snow terpilih sebagai mentor untuk Hunger Games ke-10. Sayangnya, ia merasa dilema karena tribut yang ia mentori adalah Distrik 12, di mana wilayah tersebut merupakan yang paling miskin di Panem.
Meski awalnya merasa enggan untuk mengambil kesempatan tersebut, namun akhirnya Coriolanus Snow mau membimbing Lucy Gray dari Distrik 12. Keterlibatannya menjadi mentor kompetisi Hunger Games membuat Snow dihadapkan pada situasi yang banyak mempertentangkan kebaikan dan kejahatan. Pada akhirnya, Snow harus memutuskan, akan menjadi seperti songbirds alias burung penyanyi atau menjelma menjadi sosok ular.
Berikut fakta menarik Hunger Games The Ballad of Songbirds and Snakes, yang diambila dari berbagai sumber :
Film ini bercerita tentang 64 tahun sebelum peristiwa Hunger Games pertama. Dimasa itu, Panem masih dalam masa pemulihan setelah terjadinya Perang Satu Dekade.
Coriolanus Snow yang pada saat itu berumur 18 tahun merupakan anak dari keluarga Snow yang terhormat, dan snow berharap dapat melanjutkan warisan keluarga untuk menjadi mentor di Hunger Games ke-10.
Tapi, Snow yang ambisius dan berjiwa kompetitif diturunkan menjadi mentor Lucy Gray Baird, seorang gadis muda dari Distrik 12 yang berasal dari keluarga miskin. Awalnya Snow tidak menyukai Lucy Gray, tetapi dia berubah pikiran ketika menyadari bakat dan kecerdasan Lucy Gray.
Snow dan Lucy Gray berlatih keras dan menyusun strategi untuk memenangkan permainan. Mereka bekerja sama untuk mempersiapkan Hunger Games. Dimana mereka harus menghadapi persaingan dari para mentor dan peserta lainnya.
Hunger Games: The Ballad of Songbirds and Snakes adalah kisah tentang ambisi, cinta, dan pengkhianatan. Film bercerita tentang karakter Coriolanus Snow dan bagaimana dia menjadi seorang presiden yang kejam dan haus kekuasaan.
Namun, Di tengah-tengah persiapan Hunger Games, Snow mulai jatuh cinta dengan Lucy Gray. Dia menyadari bahwa dia tidak ingin gadis itu terluka. Namun, dia juga tahu bahwa dia harus melakukan apa saja untuk memenangkan permainan.
Film Hunger Games The Ballad of Songbirds and Snakes mengambil latar 64 tahun sebelum penyelenggaraan Hunger Games yang ke-74. Artinya, latar waktu film ini berlangsung saat penyelenggaraan Hunger Games yang ke-10.
Kronologi film ini sama seperti film pertama Hunger Games. Jika pada trilogi Hunger Games, karakter utamanya adalah Katnis Everdeen (Jennifer Lawrence), seorang tribute perempuan asal District 12.
Sementara, pada prekuel ini, fokus utamanya juga merupakan seorang perempuan muda asal District 12, Lucy Gray (Rachel Zegler). Penyelenggaraan Hunger Games pada prekuel ini akan lebih konservatif, karena teknologinya belum maju pada masa itu.
Film Hunger Games The Ballad of Songbirds and Snakes akan mengungkap bagaimana asal-usul tradisi permainan sadis, hunger games. Selain itu, prekuel ini juga akan mengulas arti dari elemen simbolis pada Hunger Games, seperti burung Mockingjay dan mawar putih milik Presiden Snow.
Meskipun mengambil latar 64 tahun lalu, penonton akan diajak untuk menyegarkan memori. Sebab, akan banyak nama-nama familiar yang dimasukan dalam prekuel ini, sehingga membuat penonton dapat menangkap benang merah yang jelas dari Hunger Games Universe yang diciptakan oleh Suzanne Collins.












